23 November 2015

The Catcher in the Rye


Judul            :  The Catcher In The Rye
Penulis         :  J.D. Salinger
Penerjemah :  Gita Widya Laksmini
Jumlah hal.  :  295  hal.
Penerbit       :  Banana
ISBN            :  979 99986 0 3
Rating          :  3,5  of  5 Stars


Buku yang termasuk dalam jajaran buku terbaik sepanjang masa versi Time ini lama bertengger di rak 'wish list'  sampai akhirnya baru-baru ini berkesempatan memilikinya.

Saya merasa belum menemukan 'maksud' dari cerita ini walaupun  telah membaca sampai hampir setengahnya karena yang saya temukan hanya kegalauan seorang anak berusia 16 tahun dengan pikiran-pikiran yang meloncat-loncat dan kata-kata kasar  yang dikeluarkannya.

Holden Caufield, anak remaja berusia 16 tahun baru saja dikeluarkan dari sekolahnya di Pencey Prep. sebuah sekolah berasrama di Agerstown, Pensylvania. dan ternyata ini bukan kali pertama dia dikeluarkan dari sekolah. Holden berasal dari keluarga baik-baik dan berkecukupan tapi entah kenapa selalu berpikiran negatif , baginya orang-orang disekitarnya baik teman, guru ataupun orang yang sering ditemuinya adalah makhluk-makhluk yang penuh dengan kemunafikan. Dia tidak dapat bertahan ngobrol berlama-lama dengan seseorang, cepat bosan dan pikirannya akan segera melayang tentang kelakuan orang itu yang dianggapnya munafik atau dia akan berbicara semau yang dia pikirkan. Holden tidak percaya hampir kepada setiap orang, Sebetulnya ada orang-orang yang sangat berarti buat dia, dia sangat dekat dan tidak pernah melupakan Allie, adiknya yang telah meninggal banyak hal yang selalu mengingatkan dia pada si adik; Phobe, adik perempuan  amat sangat dia sayangi, perasaannya sangat senang apabila dia berada didekatnya; juga dia selalu berusaha menjaga perasaan ibunya karena beliau mempunyai hati yang rapuh. Pak Antolini, bekas guru bahasa inggris  (satu-satunya pelajaran yang dia sukai ) yang  baik dan mengerti akan dirinya.



Perasaan bingung setelah dia dikeluarkan dari sekolah, tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya, membuat pikirannya kacau dan melakukan perbuatan yang aneh kadang ada perasaan ingin bunuh diri.Akhirnya Holden menemui pak Antolini, beliau banyak memberikan nasihat-nasihat walaupun susah untuk dicernanya karena fisik dan mentalnya dalam keadaan lelah.

"Mereka yang belum dewasa adalah yang bersedia mati demi memperjuangkan satu hal, sementara mereka yang dewasa justru bersedia hidup dengan rendah hati memperjuangkan hal itu."  - hal. 262

tapi akhir  pertemuan dengan pak Antolini membuat Holden resah dan bingung. Apa sih maunya pak Antolini ?

...dan bagaimana akhir kisah si Holden ini....ya masih bingung...

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sambil membaca saya menunggu kejutan atau twist yang akan ditemui di halaman berikut,  ternyata sampai akhir cerita, yang bercerita hanyalah pencerita tunggal alias Holden Caufied. Tidak ada dialog yang langsung, karena dialogpun dia yang menceritakan. Ya.. menceritakan apa yang dipikirkan,dirasakan, yang telah dialami maupun yang direncanakannya.

 Cerita yang penuh kekesalan dan kemarahan ini bisa menjadi pelajaran untuk introspeksi dalam bersosialisasi menerima keberadaan orang lain, mengenali keadaan diri sendiri dan mensyukuri setiap kesempatan yang ada.

Cerita yang konyol tapi menarik,,, buktinya saya penasaran membacanya sampai habis....aneh... :)

Jangan pernah bercerita apa-apa pada orang lain. Begitu kalian bercerita, kalian  akan mulai merasa merindukan orang lain.   - hal. 295





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar