Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan

10 Agustus 2015

Hari-hari Terakhir Rasulullah




Judul          : Hari-Hari Terakhir Rasulullah
Penulis       : Helmi Hidayat
Hal             : 146  hal.
Penerbit     : Sinergi Aksara
ISBN          : 978 602 7252 30 1
My Rating  : 4 of 5 Stars


Saya selalu tertarik untuk membaca buku tentang Rasulullah, meskipun garis besarnya selalu ada persamaan tapi disetiap cerita pasti ada pencerahan baru dan nuansa yang berbeda.
Jadi ketika melihat ada buku ini saya langsung tertarik membacanya apalagi pengarangnya orang yang kerap saya ikuti tulisannya.

Buku ini terbagi atas 12 bagian dimulai saat Rasulullah menunaikan haji yang terakhir atau biasa disebut Haji Perpisahan ( Haji wada ).

1.  Tangisan Tersembunyi di Haji Perpisahan
2.  Tangis Sahabat Sepanjang Malam
3.  Kecintaan dan Kekhawatiran Rasulullah
4. Tujuh Ember Air dari Tujuh Sumur
5. Tetap Bergurau di Tengah Sakit
6.  Ketika Rasulullah siap 'Dihukum' Cambuk
7.  Mengapa Abu Bakar Diminta Menjadi Imam Shalat
8.  Fatimah yang Menangis, Fatimah yang Tersenyum
9.  Menjelang Ajal, Hartanya Hanya Tujuh Dirham
10. Detik-detik Ketika Ajal Menjemput
11. Para Perempuan itu Memukul-mukul Wajah Mereka
12. Muhammad Tetaplah Seorang Manusia

Biarpun buku ini tidak begitu tebal tapi isinya termasuk lengkap dengan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW di saat-saat terakhir, banyak hal baru yang menambah wawasan saya sebagai pembacanya.
Penulis menggunakan gaya bahasa  yang sederhana dan penyampaian yang tidak berbelit-belit sehinggan mudah dipahami.

11 September 2013

Battle Hymn of the Tiger Mother



Judul    :  Battle Hymn of The Tiger Mother
Penulis  :  Amy Chua
Tebal    : 237 hal.
Penerbit : Bloomsbury
ISBN     :  9781408825099
My Rating :  3,5 of  5 Stars


Konon banyak orang tua Cina yang berhasil  menjadikan anak-anaknya handal  dalam matematika dan piawai dalam bermain musik, sehingga banyak yang bertanya-tanya apakah rahasia dibalik semua itu?


Amy Chua

Sebagai seorang imigran Cina di Amerika, Amy Chua memilih mendidik anak-anaknya dengan cara Cina (Chinese Style) dari pada cara Barat (Western Style). Salah satu penyebabnya mungkin sebuah pepatah Cina kuno :'Prosperity can never last for three generations'.

 Amy sebagai imigran generasi kedua dapat melihat dan merasakan kerja keras dan penghematan yang dilakukan orang tuanya sampai berhasil mendapatkan pekerjaan dan kedudukan yang nyaman dan terhormat. Orang tua Amy mendidik anak-anaknya (Amy anak tertua dari empat bersaudari)  dengan cara keras walaupun keadaan ekonomi mereka sudah lebih baik, sampai mereka berempat  berhasil lulus dari perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat.
Amy pun tidak ingin anak-anaknya menjadi orang yang lemah dan tidak mempunyai daya juang karena kenyamanan yang mereka peroleh, dia memutuskan untuk mendidik anak-anaknya seperti orang tuanya mendidik mereka berempat.

Ada perbedaan pola pikir pada cara pengasuhan Cina dan Barat ,  beberapa diantaranya:
1. Orang tua Barat; sangat memperhatikan rasa percaya diri anak-anak , mereka selalu memupuk rasa percaya diri anak dan concern dalam segi kejiwaan anak, selalu   menghargai apa yang telah dilakukannya, sedangkan orang tua Cina tidak demikian, mereka selalu menganggap anak-anak  harus kuat tidak boleh lemah; contoh :  Jika anak- pulang sekolah dengan mendapat nilai B dari pelajaran matematika,  maka orang tua barat akan menghargai apa yang telah dicapai si anak tapi orangtua Cina akan memarahi anaknya dengan bertanya kenapa kamu tidak dapat A
2.OrangCina  menganggap anak berhutang kepada orang tuanya yang telah bekerja keras untuk menghidupi mereka oleh karenanya anak-anak  harus patuh kepada orang tua dan membuat orang tua bangga. lain dengan di Barat,  anak-anak  tidak behutang apapun, mengasuh adalah tugas orang tua, anak-anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa.
Di Cina anak diasuh dan dibiayai pendidikan oleh orang tua sampai mampu mandiri, di Barat pada tahap tertentu anak harus bisa mengurus dirinya sendiri
3. Orang Tua Cina percaya bahwa mereka tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya sehingga mereka lah yang menentukan layak dan tidaknya suatu kegiatan berbeda dengan orang tua barat yang bersedia kompromi dan membebaskan anaknya untuk memilih.

11 Mei 2012

for Z

Judul   :  for  Z
Penulis : Dadi Sumaatmadja, Nova Natassa
Penerbit : Kurnia Esa Publishing
Tebal  :  262  hal.
My Rating :   3 -   of   5  Stars

.....Wanita Pelopor Citizen  Journalism yang ditaklukan oleh kanker ganas.....



Z adalah singkatan dari sebuah nama Zeverina Retno Pudjisriastuti, pemilik nama ini adalah seorang wanita muda bergaya tomboy dan funky yang penuh semangat pantang menyerah.
Zev adalah lulusan jurusan komunikasi UGM, sejak dini dia mencintai dunia tulis menulis dan bercita-cita menjadi wartawan. Thn. 1989 Zev memutuskan pindah ke Jakarta.Peluang pertama menjadi jurnalis didapatnya ketika dia diterima menjadi reporter di Majalah Berita Bergambar Jakarta-Jakarta, sebuah majalah berita bergambar pertama di Indonesia. Zev sangat menikmati pekerjaan yang penuh tantangan , dia adalah seorang fighter, baginya hidup tersa lebih hidup jika penuh tantangan, dia tidak mau jadi pecundang. Sampai-sampai tanda tangannya pun bukan berdasarkan nama tetapi dengan tulisan “why not the best”. Ketika Timor timur membara karena peristiwa santa Cruz ,Zev meliput ke sana berhasil mewawancarai sumber-sumber sipil maupun militer.

Akhir th. 1999 Jakarta Jakarta gulung tikar tergilas kompetisi industri media. Zev sempat berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya mengasuh kedua putra-putrinya, tapi ia ragu karena darah jurnalisnya masih bergelora, beruntung dia mempunyai suami yang mendukung sepenuhnya dan menghargai apapun keputusannya. ( sepertinya pasangan ini membangun keluarga yang tidak konservatif; panggilan suami istri ini lo dan gua, anak-anak mereka menyebut nama ibu bapaknya dengan nama mereka )

Saat itu cyber fever tengah melanda , industry media online sedang booming di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Zev akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Kompas  Cyber Media (KCM). Pemberitaan di internet lebih menantang karena membutuhkan kecepatan penyampaian yang harus selalu update.
Mei 2000, Zev resmi menjadi wartawan KCM, inilah periode kedua kariernya sebagai jurnalis. Kembali dia menggeluti bidang politik,sering terjun ke lapangan untuk meliput aktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi dan menghabiskan waktu yang banyak. Sampai akhirnya ia merasa ada sesuatu yang hilang yakni kebersamaan dengan keluarga. Beruntung disaat bersamaan pimpinan merotasi posisi Zev dari rubrik politik ke rubrik kesehatan yang tidak terlalu membutuhkan kecepatan update,sehingga bisa menyeimbangkan urusan profesi dan keluarga.

Awal th. 2005 Zev merilis rubrik kesehatan. Sejak konsultasi kesehatan dilansir perlahan peminat bertambah banyak dan menjadi salah satu kolom popular dikalangan pembaca Kompas.com, bukan hanya dari Indonesia tapi dari seluruh dunia, kebanyak dari orang-orang Indonesia yang bermukim di berbagai negara. Dari ruang konsultasi kesehatan inilah kelak lahir Kolom Kita (KoKi), yakni komunitas yang berbasis pada genre "Citizen Journalism".

13 Maret 2006 nama Koki mulai digunakan . Perubahan nama ini membawa berkah, Penggemar Koki (KoKiers) bertambah banyak berkat tangan dingin seorang Zev. Dari kolom Kesehatan dia menyulapnya menjadi sebuah kanal yang menampung tulisan dari siapa saja dengan topic apa saja. Maka keluarlah jargon : “ Siapa saja, menulis apa saja”.
Zev- lah penggagas dan pionir Citizen Journalism media online yang mendunia pertama di Indonesia (hal. 111). KoKi yang dikembangkan oleh Kompas.com telah diakses di seluruh belahan dunia.

Selama rentang hampir 3 tahun Zev mengasuh KoKi , banyak pekerjaan yang dilakukan dari rumah walau bekerja di rumah Zev hanya sesekali memejamkan mata untuk rehat, rata-rata hanya 4 jam dia tertidur pulas tak jarang pula tidur di sofa. Disaat tengah menggebu-gebu membesarkan KoKi terjadi perombakan manajemen KCM. Tiba-tiba soal absensi dirinya mulai diusik, pihak manjemen memepersoalkan ketidak hadiran Zev secara fisik di kantor. ( sebenarnya kantor lebih diuntungkan karena kalau di kantor paling hanya 8 jam sehari, sedangkan bekerja dari rumah hampir 24 jam waktu Zev untuk KoKi). Menyadari kesalahan Zev mulai masuk kantor seperti umumnya. Tapi th. 2009 pihak manajemen Kompas.com memberangus Rumah KokI.  Dunia terasa berhenti, Zev limbung.
Dengan dukungan suami dan sang kakak, Zev mulai membangun New KoKi.  Setelah resign dari Kompas.com, Zev mempersiapkan rumah baru untuk KoKi akhirnya dia memutuskan bersiap bergabung dengan Detik.com. Sementara menunggu realisasi dengan Detik.com. Zev membuat rumah sementara untuk KoKi yaitu sebuah blog, rumah kecil yang menyenangkan. Zev bekerja tak kenal lelah walaupun banyak jalan menghadang.

Cobaan belum berhenti saat memasuki bulan suci Ramadha 2009 Dadi sang suami mengalami penyempitan syaraf di pangkal leher , mereka mengahadapi cobaan ini bersama-sama.
Saat bulan Ramadhan tiba Dadi merasa cemas ketika suatu kali Zev mengeluhkan perutnya yang agak membesar. Dia menyarankan Zev untuk memeriksakan ke dokter.
Ternyata.. dokter mendiagnosis Zev menderita kanker indung telur ( ovarium ) stadium 3. Zev merasa dunia berhenti berputar, ia tak percaya karena setiap tahun ia rutin melakuka check-up dan hasilnya selalu baik… tapi…kanker ovarium yang dikenal dengan julukan “Silent Killer” ternyata bersarang di tubuhnya.
Zev berniat meyimpan penderitaannya hanya diketahui suami tak ingin diketahui anak-anaknya agar mereka tak terbebani. Zev memutuskan tidak menempuh jalan medis tapi memilih pengobatan alternatif. Zev tetap mengurus KoKi tetap menulis dan tetap menyapa KoKiers, juga tetap menjalankan ibadah puasa. Tapi dia tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang layu. Sel-sel kanker ganas tengah menggerogoti fisiknya.

Tahun 2010 impian Zev terwujud KoKi akhirnya live di Detik.Com. Di kantor Detik dia membahas semua persoalan dengan semangat, banyak tertawa dan percaya diri, tapi begitu ke luar kantor fisiknya langsung drop.
Tanda-tanda kesembuhan mulai menipis rupanya pengobatan alternatif tidak berhasil, tapi dia selalu beusaha bekerja di depan laptopnya . Akhirnya April 2010 Zev menjalani operasi. Hanya selang 3 hari setelah operasi Zev sudah mulai meminta laptopnya untuk menemui KoKiers dari ruag perawatan. Selama dirawat di RS Zev hanya ingin ditemui oleh suami dan anak-anaknya , dia tidak ingin merepotkan orang lain. Sebulan kemudian Zev menjalani operasi pengangkatan rahim. Pasca operasi Zev mengalami sesak nafas ternyata sel-sel kanker masih memproduksi cairan yang terus mendesak paru-parunya.
Minggu kedua bulam Mei Zev diperbolehkan pulang. Di rumah dilakukan pearwatan seperti di RS dengan segala peralatan medis dan dijaga perawat.

Rabu, 7 Juli 2010 jam 17.35 Zev dipanggil yang maha kuasa. Dia menghembuskan nafas terakhir didampingi purti bungsunya Sasyi (13th) sedang suaminya dalam perjalan pulang dari kantor.
Inalillahi wa innailaihi Raji’un....

..........................................................

Buku ini bercerita berdasarkan kisah nyata yang didedikasikan untuk Z oleh suaminya Dadi, menggambarkan ketangguhan dan idealisme seorang wanita pelopor C J yang merninggal karena kanker. Kini Dadi menjadi moderator KoKi yang kini bernama http://kolom-kita.com/. Tidak dapat dipungkiri karena yang menulis adalah seorang yang sangat dekat secara emosional maka faktor subjektifitas sangat terasa.
Buku ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari karena banyak paragraph yang saya lompati  :(

31 Maret 2012

Steve Jobs


Judul  :  Steve Jobs
Penulis  : Walter Isaacson
Penerjemah  : Word++Translation Service & Tim Bentang
Tebal : 742 hal.
Penerbit  : Bentang
 My  Rating : 5 of 5 Stars

Buku ini termasuk yang paling lama saya baca secara kontinyu ( ada juga yang dibaca lama karena tertunda atau ditunda dulu), walaupun diseling dengan membaca 1 buku tapi buku ini terus dibaca karena takut kehilangan sensasinya.
 Saya termasuk orang yang ‘gaptek’ tapi  membaca buku biografi  tentang seorang yang terlibat  dalam perkembangan teknologi dengan berbagai istilahnya ini tidak terasa membosankan. Jadi pertama-tama salut kepada penulisnya Walter Isaacson yang mampu menuliskan biografi seorang Steve Jobs yang berkarakter unik dalam sebuah buku sangat tebal tapi bisa menjaga tempo cerita,  walaupun berkisah dengan  waktu tidak berurut tapi tidak membingungkan dan peralihan  topik  lumayan mulus.

Steve Jobs mempunyai karakter kuat dan  temperamental (sempat terpikir  apakah orang dengan karakter demikian bisa diterima di sini ):  seorang hippie,  jarang mandi sehingga bau badannya sangat mengganggu, ke kantor dengan bertelanjang kaki; tertarik pada spiritual  dan pernah tinggal di India untuk mempelajari  Hindu dan Zen Budha; vegetarian sejak muda , diet ketat bahkan untuk waktu yang lama hanya makan wortel;  senang  membicarakan hal penting sambil berkeliling berjalan kaki; sangat memperhatikan detail, terobsesi dengan desain;   sering menjengkelkan orang disekitarnya, tapi selalu menemukan inovasi, memberikan ide yang sangat cemerlang dan melakukan hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, walaupun sering berselisih pendapat dengan teman sekerja tapi mampu membangkitkan semangat mereka untuk melakukan pekerjaan yang diinginkannya.

Steve Jobs lahir di San Francisco pada tgl. 24 Februari 1955 dari seorang ibu bernama Joanne dan ayah seorang keturunan Suriah bernama Abdulfattah Jandali. Kemudian diadopsi oleh pasangan suami istri yang bernama  Paul Jobs dan Clara, oleh mereka lah ia diberi nama Steven Paul Jobs.

Paul Jobs mewariskan kepada Steve kecintaannya dalam bidang mesin dan melalui mobil memperkenalkannya pada ilmu elektronik. Steve Jobs sangat terkesan dengan keahlian ayahnya mendesain barang-barang yang dibuatnya, itulah mungkin yang menyebabkan Steve terobsesi dengan desain.  ( saking terobsesi dengan desain ketika  menderita sakit parah dia menolak memakai masker karena menganggap desainnya payah, akhirnya dia memilih satu dari 3 pilihan masker yang diajukan walaupun sambil  mengomel  karena desainnya jelek ). 
Steve dibesarkan di lingkungan yang unik dimana  semua penduduknya bahkan yang tidak pintar sekalipun, cenderung menjadi insinyur. Tempat ini kemudian akan dikenal  dengan nama Silicon Valley (julukan bagi daerah selatan area Teluk San Francisco karena banyaknya perusahaan yang bergerak dalam bidang Komputer dan semikonduktor ).

Diantara teman dan sahabatnya  yang paling mengesankan ada nama Stephen Wozniak, Steve mengenalnya sejak masa SMA, walaupun dia lebih tua 5 tahun dari Steve mereka bisa berteman karena mempunyai hobi yang sama di bidang elektronik. Wozniak adalah penggemar berat elektronik yang sangat cerdas . Dua Steve inilah yang  mendirikan apple 1 di  garasi rumah orangtua Jobs di Los Angeles. Karakter keduanya sangat bebeda Wozniak orang yang sangat jujur dan lurus,  ketika dia menemukan papan sirkuit  yang luar biasa, dia ingin membagikannya secara gratis tapi Steve mencegahnya , Steve lah yang berhasil mengemas dan memasarkannya. Ketika kongsi mereka pecah keduanya tetap berteman dan Wozniak yang rendah hati  masih kerap  membantu Steve. Apabila Apple mengeluarkan produk baru maka Wozniak  sejak dini hari selalu ada dalam antrian  pembeli. Bahkan sampai produk terakhir Apple yang diluncurkan setelah Steve Jobs meninggal pun Wozniak tetap setia antre dari pagi untuk memperolehnya.

Salah satu keahlian Steve Jobs ialah mempengaruhi lawan bicaranya. Teman-temannya menyebut dengan istilah Distrorsi Realitas Lapangan .” DRL merupakan perpaduan mengagumkan dari gaya retorika  yang karismatik, kemauan yang tak terkalahkan, dan keinginan untuk mengubah fakta apapun agar sesuai dengan tujuan yang ada,” “ jika sebuah argumen yang dia gunakan tidak berhasil membujuk orang lain  maka dia akan sigap menggantinya dengan argumen lain. Terkadang dia akan membuatmu merasa kehilangan keseimbangan secara mendadak, menjadikan pendapatmu menjadi pendapatnya sendiri, tanpa pernah menyadari bahwa dia pernah memiliki pendapat yang berbeda.”(hl. 151)
Setelah sekian lama teman-temannya menyadari hal itu, maka ketika sedang rapat mereka membuat kesepakatan dengan membuat sinyal –menggaruk hidung atau menggerakkan telinga- ketika seseorang mulai merasa terjebak  dalam DRL Steve. Orang itu harus ditarik kembali ke dunia nyata.
Akar dari DRL Jobs adalah keyakinan mendalam yang dimilikinya. Jobs percaya bahwa aturan tidak berlaku bagi dirinya.

Aspek lain dari sudut pandang Jobs adalah caranya mengelompokkan sesuatu menjadi dua. Jobs  biasa mengelompokan orang lewat kaca mata oposisi biner :  jago atau bego. Karya orang dinilai sebagai : terbaik atau sampah. (jadi tidak berlaku seperti yang dinyanyikan Veti Vera  "Yang sedang2 saja )  :D.

Meskipun Steve penghuni dunia digital dia adalah pendukung kuat pertemuan tatap muka : “Kreativitas muncul dari pertemuan spontan, dari diskusi acak. Anda berjumpa seseorang, anda bertanya apa yang mereka kerjakan, anda berkata ‘wah’, dan tidak lama kemudian anda berdua membahas berbagai ide.
Mungkin keyakinan ini pulalah yang menyebabkan dia senang mengajak diskusi atau pengenalan terhadap lawan bicaranya dengan mengajaknya berjalan kaki mengelilingi kompleks perumahan/perkantoran.

Bagi Jobs  tanda perusahaann inovatif tidak saja selalu menjadi yang pertama memunculkan ide baru, tetapi juga tahu cara membuat lompatan ketika mendapati dirinya tertinggal.

Jobs menginginkan mengembangkan  produk hebat yang inovatif dan transformative, serta membangun perusahaan yang berumur panjang.

Jobs adalah manusia music, dia  penggemar the Beatles dan Bob Dylan yang fanatik.  

Jobs selain ahli dalam bidang teknologi  juga pencinta seni . Terbukti dia dapat menggabungkan seni dengan teknologi digital  yang dapat memproduksi film-film animasi yang dapat mengalahkan kepopuleran produk Walt Disney, semua dilakukannya di Pixar. Di Pixar Jobs dapat menuangkan ekspresi seninya dan suasana kerja di Pixar tidak setegang di kantor Jobs lainnya.

Selama hidupnya Jobs berhasil merevolusi enam industri : Komputer Pribadi, Film Animasi, Musik, Ponsel, Komputer Tablet, dan Penerbitan Digital.

Dia menciptakan dua brand terbaik pada eranya  Apple dan Pixar.


---------------------------------             -------------------------------

Walter  Issacson menulis biografi ini  setelah selama dua tahun mewawancarai Jobs lebih dari 40 kali, mewawancarai lebih dari 100 orang anggota keluarga, teman, sahabat, musuh,pesaing  dan kolega Jobs . Steve Jobs membebaskan Issacson untuk menuliskan semua tanpa ikut campur tangan jadi semua pendapat teman atau pesaing tentang kebaikan  dan kejelekan Jobs dituliskan apa adanya.

Issacson berhasil menampilkan dengan memukau mulai dari masa kecil, masa pencarian, kegagalan, keberhasilan sampai masa-masa sakit dan menjelang ajal. Emosi ikut terbawa membaca perjuangan Jobs melawan penyakit tanpa harus berubah menjadi menye-menye.



Pada suatu sore yang panas, saat merasa kurang sehat, Jobs duduk di taman belakang rumahnya dan membayangkan kematian….. (hal.690)

…setelah membisu dia berkata, ……., mungkin kematian seperti tombol on atau off,’..”Klik, dan akhirnya, engkau akan pergi untuk selamanya.” Dia terdiam lagi, dan senyumnya sedikit mengembang. “ Mungkin, itulah sebabnya aku tidak pernah meletakkan tombol on atau off pada peranti Apple.”

Selamat jalan Steve Jobs….!

Bagi yang belum baca,  Eulogy dari  Mona Simpson  ini mungkin bisa buat icip-icip:




11 Oktober 2011

Louis Pasteur - Penemu Serum



Judul : Louis Pasteur
Penulis : Diah Ansorie 
Penerbit : Djambatan 
Tebal : 43 hal.
My Rating : 3 of 5 Stars

Louis Pasteur lahir disebuah desa kecil Dole di wilayah Bourgondia di kaki pegunungungan Jura bagian selatan Prancis. Pada thn. 1827 Ayahnya Jean Pasteur mengajak keluarganya pindah ke kota Arbois untuk mengembangkan usahanya sebagai seorang penyamak kulit.
Sejak kecil Louis adalah seorang anak yang tekun, walaupun di sekolah sering dihukum karena sering tidak menyimak tapi dia adalah anak yang cerdas, selain menyukai menggambar dia selalu mengamati hal-hal kecil disekitar yang selalu menimbulkan pertanyaan tapi tak pernah ada jawaban yang memuaskan karena memang di kota kecil itu tidak ada yang bisa memberikan penjelasan padanya.

Peristiwa yang tidak bisa dilupakannya ketika salah seorang tetangga digigit anjing hutan, seperti biasa setiap ada yang digigit anjing selalu dibawa ke rumah Jean Bonnet untuk diobati padahal dia bukan seorang dokter tapi seorang pandai besi, luka bekas gigitan anjing itu harus dibakar dengan besi panas. Itulah yang dilakukan mereka bila ada yang digigit anjing gila . Malam harinya Louis tidak bisa tidur pikirannya terus bertanya-tanya mengapa para dokter tidak berusaha untuk menemukan obat untuk penderita penyakit anjing gila.

Setelah menyelesaikan sekolah menengahnya, beberapa guru Louis menyarankan agar dia melanjutkan pelajaran ke Paris. Dengan uang yang ditabung bertahun-tahun Jean Pasteur segera mengirimkan Louis untuk mendaftar di perguruan tinggi di Paris, di sana dia terdaftar sebagai mahasiswa Ilmu Alam dan Kimia.
Berkat ketekunannya Louis lulus dengan angka gemilang dan segera diangkat sebagai asisten Prof.  Jean Baptiste Biot.

Louis Pasteur dikenal sebagai seorang sarjana yang paling tahan duduk di kamar Laboratorium,dia banyak menghasilkan penemuan-penemuan dimulai dari debu dan bakteri walaupun sering dicemoohkan oleh para ilmuwan lain tapi Louis tidak putus asa sampai berhasil membuktikan kebenaran penemuannya.

Thn. 1854 Louis melangsungkan pernikahan dengan Marie Laurent putri dari direktur universitas tempat ia memberikan kuliah di Strassburg. Marie banyak membantu dan memberikan semangat kepada Louis Pasteur. Sebagai istri seorang ilmuwan dan ibu dari lima orang anak, Marie laurent tak dapat dipisahkan dari kehidupan Louis Pasteur yang selalu sibuk itu.

Penemuan-penemuan Louis banyak berseberangan dengan para dokter pada waktu itu, apalagi karena dia dianggap bukan 'orang dalam' dunia kedokteran.
Pertama-tama ketika dia mengemukakan pendapat bahwa proses yang menyebabkan manusia menjadi sakit tidak berbeda dengan proses menjadi masamnya anggur dan susu yaitu bakteri yang datang dari luar. Pendapat ini tentu saja mendapat perlawanan dari para dokter karena bertentangan dengan pendapat Prof. Virchow seorang tokoh kedokteran dari Jerman yang sangat disegani oleh dunia kedokteran. Menurut Prof. Virchow manusia menjadi sakit karena dalam tubuhnya sedang terjadi 'revolusi dalam sel'. Louis Paster dianggap telah menghina Prof. Virchow. ia dianggap gila bahkan dituduh anti Tuhan.
Kemudian Yang paling menggemparkan ketika Louis menuduh bahwa para dokterlah yang menularkan penyakit pada pasiennya. Kenapa Louis berani menuduh demikian, karena pada waktu itu belum dikenal baju kerja dokter.Para dokter tidak pernah berganti pakaian setelah membedah pasien , jadi dengan pakaian yang bernoda darah langsung membedah pasien lainnya. Louis dituduh sebagai sarjana kimia sinting yang ingin diakui di dunia kedokteran.

Ketika Louis berhasil membunuh bakteri-bakteri yeng membuat anggur menjadi masam dengan pemanasan, mulai ada beberapa dokter yang tertarik dengan 'pensucihamaan' yang dlakukannya, salah seorang diantaranya ialah Joseph Lister dari London, Inggris. Joseph Lister mulai megerti mengapa pasien yang dibedahnya banyak yang meninggal. Ia kemudian mensucikan alat-alat bedahnya sesuai dengan anjuran Louis Pasteur. Terbukti banyak pasien yang tertolong jiwanya.
'Pensucihamaan' ini kemudian dikenal dengan 'Pasteurisasi', Joseph Lister mempopulerkannya dengan istilah kedokteran "Sterilisasi'.

Thn. 1861 dalam sebuah pameran dunia di Paris Louis Pasteur mendapat penghargaan atas Pateurisasi-nya. Anehnya penghargaan ini diterima bukan dari dunia kedokteran tapi dari dunia perindustrian.
Thn 1873 Louis mengumumkan penemuannya tentang bakteri. Namun apa yang dikemukakan terlalu 'modern'untuk diterima saat itu, sehingga dia dicemooh dan dianggap seperti badut, bahkan seorang dokter berkata; "Bahwa orang sakit harus disuntik dengan bahan yang dibuat dari bibit penyakit itu sendiri, adalah gagasan orang tidak berakal."

Hari Senin,tanggal 6 Juli 1885 adalah hari yang bersejarah, ketika dua orang dokter dan seorang wanita membawa anaknya bernama Joseph Meister yang digit anjing gila ke rumah Louis, anak itu sudah tidak ada harapan lagi untuk ditolong . Dr Grancher salah seorang dari dokter itu mengatakan bahwa inilah saatnya Louis untuk mencobakan serum penemuannya. Louis menatapnya seolah tak percaya, karena terus didesak akhirnya ia menyiapkan suntikan anti rabies. Tangan Louis Pasteur gemetar ketika dia melakukan penyuntikan pertama terhadap manusia. Ketika mendengar ini para dokter di kota Paris melakukan protes, tapi sudah terlambat,penyuntikan sudah dilakukan 12 kali. Ketika kabar kesembuhan Joseph Meister diumumkan membuat gempar dunia kedokteran. Nama Louis Pasteurpun menjadi buah bibir dimana-mana, bukan saja di Paris, tapi di seluruh Eropa bahkan Amerika.

Tahun 1888 laboratoriumnya berkembang menjadi Institut Pasteur, didirikan di beberapa kota di Eropa, termasuk di Indonesia yaitu di kota Bandung. (Orang Bandung pasti tahu lokasinya :D )

Pada tgl. 28 September 1895 Louis Pasteur menutup mata untuk selamanya didampingi oleh Marie Laurent istri tercinta. Jasanya bagi kesejahteraan umat manusia tetap terasa sepanjang masa.