28 April 2011

Argenteuil : Hidup Memisahkan Diri

Argenteuil: Hidup Memisahkan DiriJudul     : Argenteuil : Hidup Memisahkan Diri
Penulis   : Nh. Dini
Tebal     : 208 hal.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
My rating:  3 of 5 Stars


Nh. Dini nama ini telah  melekat di benak saya se telah membaca beberapa -bukunya, novel dan juga kumpulan cerpen, bahkan beliau pernah menorehkan tandatangannya di buku LA Barka yang saya beli ketika ada jumpa pengarang beberapa tahun silam. Gaya bahasa Nh. Dini mengalir indah tapi mudah dimengerti karena konon beliau selalu memasukkan unsur kehidupan nyata dari lingkungannya.



Argenteuil mengisahkan kehidupan seorang isteri yang sedang dalam kebimbangan  menghadapi kekisruhan  perkawinannya, seorang Ibu yang kuat dan penuh kasih sayang bagi dua orang anaknya, seorang wanita yang memendam cinta yang tidak pernah padam.

 Argentteuil adalah sebuah kota kecil di tepian sungai Seine sebelah barat laut Paris. Di sanalah Dini tinggal sedang suaminya -seorang diplomat Perancis- bertugas di Detroit Amerika Serikat, anaknya  Padang ikut ayahnya  sedang  adiknya Lintang tinggal di asrama sekolah . Ternyata kehidupan rumah tangga mereka tidak berjalan mulus sementara itu dirinya pun menderita sakit . Kemudian dia diberi kesempatan oleh suaminya untuk berlibur ke tanah air

Dini mendapat kekuatan dan pencerahan setelah kembali 'tetirah' dari Indonesia, beruntung dia mempunyai seorang ibu yang arif yang memberi petuah2 sederhana tapi bermakna diantaranya "pasrah" eling bahwa Tuhan lah yang mengatur segalanya. Dini perempuan yang serba bisa, perpaduan budaya timur dan barat,trampil dalam mengelola rumah tangga  itulah ciri perempuan Jawa /Indonesia  bisa mengurus  dan menata rumah dengan baik, memasak , menjahit, keterampilan itulah yang dapat membantu menyambung hidupnya di negeri orang. ( ketrampilan-ketrampilan tsb. kini jarang dimiliki oleh wanita Indonesia - termasuk saya :D  ), Sebaliknya dia pun bisa terbuka dengan anak-anaknya  dapat membicarakan hal yang mungkin dianggap tabu bagi orang timur.

Setelah melalui perjuangan hidup dan pergulatan batin akhirnya  Dini  dapat mengambil sikap tegas bahwa dia harus berpisah dengan suaminya, demi kebaikan dia, kebaikan suami, kebaikan dan masa depan anak-anaknya. Demi kebaikan semua !

Selesai mebaca Argenteuil, saya  tercenung sejenak sampai saya membaca ulang buku lama Beliau. Ada yang saya rasakan kenapa Novel ini terasa kurang 'greget'

Nh. Dini adalah salah seorang penulis wanita yang saya kagumi, beliau selalu menyertakan isu wanita dalam tulisannya bagi Nh. Dini perempuan berhak untuk 'merebut'dan menentukan kebahagiaannya.
Semoga di masa senjanya beliau tetap bisa berkarya dam memperoleh kebahagiaan. Amin




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar