04 Oktober 2019

Muslimah yang Diperdebatkan



Judul          : Muslimah yang Diperdebatkan
Penulis       : Kalis Mardiasih
. hal : 184 hal.
Penerbit      : Buku Mojok
ISBN             : 978 602 1318 93 5
Rating          : 4  of  5 stars


Saya kerap membaca tulisan Kalis Mardiasih di laman digital Mojok.co, tulisannya enak dibaca, jadi ketika tulisannya dibukukan, saya tetarik untuk membacanya.

Kumpulan tulisan ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari perempuan di Indonesia masa kini, juga pandangan- pandangan para pria terhadap perempuan menurut tafsir mereka masing-masing. Baginya agama bukanlah hal yang kaku tapi terbuka untuk dialog.

Ada 26 cerita yang dikumpulkan di buku ini, masing-masing mempunyai judul yang menggelitik dan kekinian, Antara lain :

# Curhat untuk Girlband Hijab Syar'i.
# Setelah Kerudung Bersettifikat  MUI : Hijab Hipster dan Sempak halal.
# Kerudung di negri ini dan tafsir yang dilekatkan kepada kami.
# Hijrah Rasul Bukan Riwayat Caci Maki
# Sekolah Islami, Perumahan Islami, Daycare Islami
#Khotbah Jumat dan Peradaban laki-laki
# Surat terbuka untuk Mami  Nikita Mirzani
# Dari mana asal tren "Maaf, Sekadar Mengingatkan?"
# Jangan biarkan Perempuan berjuang Sendirian
# dll.

-
Jalan hijrah satu-satunya.  ( Hal. 10 ) 

Menurut saya sejak dari prolog, tulisannya sudah menarik. Kalis tidak hanya membawa kita membahas ayat-ayat atau hadist sekadar teori, tapi bisa 'membumikan nya' dengan baik. Kalis sangat memahami apa yang dia bahas, dan diapun paham apa yang dirasakan oleh banyak orang disekitarnya.
 Kita (saya) dapat merasakan atau mungkin ada yang sudah pernah memgalami apa yang sedang dibahas..I feel that.

- Perempuan yang memiliki perasaan cemburu tidak layak dibungkam dengan pemaknaan teks yang tidak adil gender. (Hal. 56 )

Dengan bahasa yang ringan Kalis membawa kita untuk memahami setiap kejadian. Setiap judul cerita , isinya tidak terlalu panjang, tidak bertele-tele sehingga tidak keburu bosan karena segera berganti topik.  Mungkin karena Kalis termasuk "GusDurian", kadang terselip nuansa lucu dalam beberapa tulisannya.

- Apa enaknya menjadi sama jika Tuhan saja sengaja menciptakan manusia berbeda-beda?.

( hal. 86)


Direkomendasikan buat orang- orang sedang "gelisah" menghadapi fenomena yang tejadi saat ini.,,,#oops








Tidak ada komentar:

Posting Komentar