23 Mei 2016

4.50 from Paddington


Judul  Asli            : 4.50 from Paddington
Judul                    : Kereta 4.50  dari Paddington
Penulis                 : Agatha Christie
Penerjemah          : Lily Wibisono
Jumlah halaman    : 341  hal.
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                  : 978 979 22 3130 4
My rating             : 4  of  5 Stars

Bertemu lagi dengan Miss Marple, nenek 'rajuter' ( :D ) dari kota kecil St Mary Mead.
Bagaimana kisah petualangan Miss Jane Marple setelah mendengar cerita dari Mrs. McGillicuddy yang mengunjunginya dengan kereta api dari Paddington. 

Mrs.Gillicuddy berangkat  jam 4.50 dengan kereta api dari Paddington,   ketika ada KA lain yang sejajar dengan kereta api yang ditumpanginya, secara kebetulan dia melihat ke arah jendela dan melihat pemandangan yang mengerikan yaitu seorang pria mencekik seorang wanita, nampak jelas baginya raut wajah wanita yang menghadap ke arah luar , dan bentuk tubuh serta warna rambut laki-laki yang sedang mencekik yang berdiri membelakangi nya. Ketika hal itu dilaporkan, petugas KA hanya menganggap bahwa itu hanya halusinasi seorang wanita tua. Apalagi sampai keesokan harinya tidak ada kabar ditemukan mayat baikdi dalam kereta maupun di luar sepanjang perjalanan kereta.
Tidak demikian dengan Miss Marple, walaupun sudah tua tapi naluri keingintahuan dan jiwa petualangan nya tertantang, terutama dia percaya dengan kredibilitas temannya itu. Dia melakukan pelacakan sendiri dengan mencoba melewati jalur kereta api dari Paddington dan menemukan tempat-tempat yang menurut imajinasinya dapat dimanfaatkan oleh si pembunuh untuk menyembunyikan perbuatannya.

Karena merasa tubuhnya sudah terlalu lemah untuk dapat bergerak sendiri maka ia minta bantuan Lucy Eyelesbarrow seorang penata rumah tangga yang sudah dikenal kedisiplinan dan kecerdasannya. Lucy diminta untuk bekerja di rumah keluarga Crakenthrope, di rumah besar yang berhalaman luas  bernama Ruther ford Hall  yang dibangun tahun 1884, terletak persis di luar kota Brackhampton. Miss Marple menugaskan Lucy untuk mencari...mayat wanita..tentu saja Lucy kaget tetapi akhirnya ia menyanggupinya.
Rumah itu kini dihuni oleh Mr.Luther Crakenthrope yang sudah sakit-sakitan yang diurus oleh anak perempuannya Emma Crakentrhrope dan di bawah pengawasan dokter Quimper yang menangani kesehatannya.


Dapatkah Lucy memenuhi tugas dari Miss Marple sementara banyak orang termasuk anak-anak dan menantu Mr Luther yang patut dicurigai terlibat dalam pembunuhan ini.atau bahkan terjadi korban pembunuhan berikutnya. Apakah alasan pembunuhan ini cinta atau warisan? 
Bagaimana  Miss Marple memecahkan masalah ini dengan teori yang sederhana tapi manis (kayak lagu )..

Baca deh..


------------------------------------------------------------------------------

Biasanya bagi saya kasus-kasus Mis Marple kurang 'greget' dibanding kasus Poirot. tapi di sini  jalan cerita lebih menarik, banyak twist yang bisa membelokkan dugaan pembaca siapa yang menjadi tersangka.Miss Marple dapat  membuktikan kejernihan menyusun teori berdasarkan imajinasi tanpa harus banyak 'bergosip' seperti biasa, apalagi dibantu oleh tokoh baru Miss Lucy  Eyelesbarow yang cara kerjanya efisien cocok jika dapasangkan dengan dirinya.Mungkin seperti ketika Poirot bekerja sama dengan Miss Ariadne Oliver

"....kalau ada orang-orang yang membuat kita teringat pada orang tertentu yang lain, hal itu selalu sangat berguna-karena dimana-mana manusia itu mirip dan kenyataan itu merupakan penolong yang amat berguna." (hal. 215 )

Itulah salah satu cara Miss Marple memecahkan masalah dengan cara mengkategorikan manusia dengan  melihat karakternya , jika bertemu seseorang  yang akan mengingatkan dia kepada orang lain yang sifatnya sama dari situ dia dapat melihat kecenderungan-yang dapat dilakukan oleh orang tersebut.

Bener juga ya...












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar