30 Maret 2019

Prabu Anom




Judul Buku  : Prabu Anom
Judul Asli     : Le Petit Prince
Penulis         : Antoine De Saint- Exupéry
Penerjemah : Syauqi Stya Lacksana
Jumlah hal   : 169 hal.
Penerbit       : PT Kiblat Buku Utama
ISBN              : 9789793631424
Rating            : 4 of 5 Stars


Prabu Anom merupakan terjemahan dari buku legendaris "Le Petit Prince" atau dalam bahasa Inggris " The Little Prince" buku ini sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, sekitar 300 bahasa. dari seluruh dunia. Akhirnya muncul juga terjemahan dalam bahasa Sunda.
Tentu saja saya tertarik. Beruntung ada yang memberi hadiah buku ini :).

 Buku ini menceritakan;

* Tentang seorang anak kecil  dari planet lain ( Asteroid B 612 ) yang melakukan pengembaraan ke 6 planet kecil di sekitarnya.Di sana dia bertemu orang-orang yang berbeda karakternya.
 Akhirnya dia jatuh ke Marcapada dan tersesat di Gurun Sahara. Di sana dia berinteraksi dengan seorang pilot yang tengah mengalami kerusakan pesawat.

* Tentang perbedaan cara berpikir orang dewasa, orang yang merasa dewasa, dan orang yang berpikiran dewasa.

Ceritanya agak absurd tapi banyak mengandung tentang makna kehidupan.

Di akhir cerita terjadi perpisahan yang mengharukan antara si AA  dan si Aden.


Selain terjemahan dengan bahasa Sunda, juga  dilengkapi dengan aksara Sunda kuno, walaupun saya tidak mengerti tapi ckup senang melihatnya.
Saya merasa terjemahannya  agak kurang luwes, tapi saya acungkan jempol buat penerjemahnya.


" Ukur hate urang nu bener-bener bisa nempo. Panon mah tara awas ka nu penting." ( hal.  123 )

"tapi anjeun mah ulah poho. Kudu inget : salilana urang teh kudu tanggungjawab kana naon nu geus diriksa dipiara ku urang..........." ( hal. 124)




19 Maret 2019

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

Judul                  : Yang Bertahan dan Binasa Perlahan
Penulis               : Okky Madasari
Jumlah halaman :  196 hal.
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                  : 978602036 1215
Rating                 :  4 of 5



Buku ini ternyata bukan novel seperti yang saya kira, tetapi merupakan kumpulan 19 cerita pendek yang dibuat oleh Okky dalam rentang waktu dari tahun 2007 - 2017. Tentu saja 'rasa' yang ada pada setiap cerita berbeda sesuai dengan perjalanan berpikir dan cara pandang Okky selama rentang waktu tersebut. Walaupun begitu Okky tetap bercerita tentang manusia dengan perjuangannya baik dengan dirinya maupun segala sesuatu di luar dirinya.

Walaupun dalam cerita pendek tidak begitu memuaskan untuk menikmati cara bertutur Okky tapi beberapa masih memperlihatkan ciri khas cerita tentang manusia dan keruwetan beserta twist-twist yang tidak terduga, seperti :

 -Yang Bertahan dan Binasa Perlahan: kisah seorang transmigran dengan berbagai kemelut diri, keluarga dan bagaimana memperjuangkan kehidupannya di tanah seberang. 


-Hasrat: menceritakan kehidupan seorang guru yang mengajar di daerah terpencil dan bagaimana dia mengatasi kesepian dan menyalurkan hasrat biologisnya...miris.

-Saat Ribuan Manusia berbaris di Kotaku: menceritakan satu keluarga yang ayahnya terkena penyakit stroke, bagaimana masing2 anggota keluarga menyikapinya apalagi sang ayah terobsesi dengan..jihad.
- dst



Masih bisa dibaca dan dinikmati dengan santai.



04 Februari 2019

Di Kaki Bukit Cibalak



Judul buku  : Di Kaki Bukit Cibalak
Penulis         : Ahmad Tohari
Jumlah hal.  : 170 hal.
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama
ISBN .          : 978 602 03 0513 4
My Rating   : 3,5 of 5 Stars


Ahmad Tohari adalah salah satu penulis lokal yang gaya bercerita dan pemilihan tema nya saya sukai.

Cerita ini bertutur tentang kehidupan di desa Tanggir yang berada di kaki Bukit Cibalak. Tentang lingkungan alam yang sangat asri yang kemudian berubah sesuai 'kemajuan' jaman, tentang kehidupan sosial di masyarakat yang masih menyisakan tradisi pembagian golongan/ kasta antara turunan ningrat dan orang biasa, tentang kekuasaan seorang lurah yang ditakuti warga nya.

Pambudi seorang pemuda yang jujur dan idealis, dia berani menentang Dirga, lurah yang baru saja menjabat.Dia merasa kebijakan lurah sangat merugikan warga dan lurah ini sama seperti pendahulunya; bermental korup yang mencari kesempatan untuk mendapat keuntungan bagi diri dan kroninya. Pambudi diasingkan dari pergaulan, begitu pun ayahnya dipersulit hidupnya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Yogya. Di sana dia melanjutkan sekolah sambil bekerja di sebuah koran daerah.
Bagaimana kemudian perjuangan Pambudi menyelesaikan masalah yang dihadapi dan bagaimana kisah percintaannya setelah mengalami kekecewaan dan menyakitkan dengan Sanis gadis sekampung. Akankah dia mendapat  pengganti Sanis?
Sila membacanya sendiri.

================/====/===///==/=====

Seperti biasa Ahmad Tohari becerita dengan lancar dan gaya bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Deskripsi tentang tempat sangat jelas sehingga mudah membayangkannya.
Jalan cerita menarik sayang tidak banyak twist seperti biasanya dan penyelesaian terakhir seperti agak terburu-buru dan kurang greget. .Ibarat sedang naik kendaraan yang melaju cepat dan direm mendadak.
Tapi saya tetap menyukainya.

".....Kebijaksanaan selalu muncul dari kewenangan.Patokannya sangat subjektif dan baur.." hal.155





03 Februari 2019

COME BACK

Ternyata sudah setahun tidak pernah posting 😩,akibat 'banyak gangguan' diantaranya -Smart Phone- ya... banyak pake smart phone yang menghabiskan banyak waktu, dan menyebabkan block writing.  Males nulis, ga ada ide, ya pokoknya banyak alasan lah....

#sambil bersih2 udah banyak sarang laba-laba karena sudah lama engga ditengok 😄😄

04 Februari 2018

Gentayangan

Judul         : Gentayangan
Penulis      : Intan Paramaditha
Halaman    : 512 hal.
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama
ISBN          : 9786020377728
Rating        :  3  of  5   stars


Kalau membaca judul bukunya  langsung terbayang  hal-hal yang menakutkan karena kata gentayangan berkonotasi dengan horor. Tapi ketika mulai membaca bukunya ternyata buku ini sama sekali tidak menakutkan walaupu ada peran iblis di dalamnya :).
Ya di sini gentayangan berkonotasi degan petualangan, bertualang..gentayangan..bernaung tapi tak berumah..

Kita diajak untuk memilih cerita yang akan dijalani, diajak untuk bertualang atas pilihan sendiri... ya kita pembaca menjadi subjek dalam cerita dengan disapa sebagai 'Kau" oleh pembawa cerita.

Jangan sembarang menerima pemberian, demikian nasihat orang tua dulu. Tapi kau terlanjur menerima paket itu: hadiah sekaligus kutukan. Iblis kekasih telah memberimu sepasang sepatu merah.   (hal. 1 )

Cerita berawal ketika "Kau" karena merasa bosan dengan keadaan ingin pergi kelilng dunia, dan Kau menerima hadiah dari kekasih iblismu berupa Sepatu Merah yang jika kau pakai akan membawamu berpetualang sesuai pilihanmu.

Jadi pilih sendiri peualangan Sepatu Merahmu.

Good girls go to heaven, bad girls go everywhere.
Cewek baik masuk surga, cewek bandel gentayangan..

Awalnya :
 Ketika kau mengenakan sepatu, tiba-tiba saja kau tersadar sedang dalam sebuah taksi  melakukan perjalanan untuk meninggalkan kota  New York.. heran.. iya, karena tidak ingat apa yang sebelumnya terjadi... dan kemudian kamu sadar bahwa sepatu merahmu hilang sebelah...lalu.. Mulailah pilihan itu :
- Jika kau ingin kembali ke New york, buka halaman selanjutnya.
- Jika ingin melaporkan kehilanganmu ke kantor polisi, buka halaman 29
- Jika ingin.....buka halaman...

Begitulah seterusnya, tiap lanjutan cerita ada pilihan lagi begitu seterusnya sampai cerita berakhir ( Tamat).
Setiap cerita akan membawa pembaca berpetualang keliling dunia ke New York, Berlin, Amsterdam,dll dengan segala persoalan kadang absurd, kadang biasa saja, kadang berkaitan dengan masalah sosial kekinian. Apakah Kau akan terus berkeliling karena sesuai perjanjian tidak akan pulang, atau kah "menyerah"...itu tergantung cerita mana yang kau pilih..

Jadi ada berapa jalur cerita sampai berakhir alias tamat?
Saya pun tidak menghitungnya  :))

Ide cerita seperti buku ini sangat unik dan segar, kita diberi kebebasan untuk memilih dan dibuat penasaran dengan akhir cerita. Tapii.. bagi saya cukup merepotkan karena tidak selalu ingat halaman sebelumnya atau berapa cerita yang telah diselesaikan, juga kadang merasa capek karena harus membolak-balikan halaman.

o iya diakhir buku baru saya tau ada daftar isian yang bisa kita isi jalur apa yang telah kita baca...tapi sudah terlambat ah males ingat-ingat lagi. .  :D

"All those girls
who wore the red shoeoes," 
each boarded a train that would not stop."
"The Red Shoes," Anne Sexton  (hal. 429)










17 September 2017

Pasung Jiwa

Judul         : Pasung Jiwa
Penulis      : Okky Madasari
Jumlah hal.: 321 halaman
Penerbit    : Gramedia Pustaka Utama
ISBN       : 9786020322209
Rating       :  4  of  5 Stars



Buku ini bercerita tentang berbagai isu sosial, ekonomi,politik dan kekuasaan di masyarakat, terutama tentang pencarian kebebasan jati diri seorang manusia.


"Dalam pikiranku ini, sudah ada tempelan-tempelan bagaimana seharusnya hidup yang benar, yang sama kayak hidup banyak orang," jelasnya. "Pikiran yang cuma tempelan ini lalu jadi penjajah tubuhku sendiri."  (hal. 138 )

Sasana (Sasa ) dan Jaka Wani ( bang Jek ) dua orang yang menjadi tokoh dalam cerita ini. Dua orang dari latar belakang yang berbeda dipertemukan dan dipisahkan dalam  peristiwa dan suasana yang berbeda pula.

Sasana lahir dari keluarga berpendidikan, ibunya seorang dokter bedah dan ayahnya seorang pengacara. Sejak kecil dia sudah diharuskan belajar musik jazz sehingga sampai kelas 4 dia kerap menjuarai perlombaan musik. Perkenalan yang tanpa disengaja dengan musik dangdut yang  disertai goyangan membuatnya menyadari bahwa musik ini cocok dengan jiwanya. Tentu saja orangtua nya tidak mengijinkan bahkan memarahi dan menyetop akses dia untuk mendengarkan musik dangdut.
Pengalaman dibully semasa SMA dan tekanan dari orang yang 'berkuasa' terhadap ayahnya membuat Sasana semakin tidak berdaya dan pasrah dengan keadaan. Ketika melanjutkan kuliah di Malang lalu pertemuan dengan bang Jek di warung kopi Cak Man terjadilah perubahan hidup dari Sasana, dia meninggalkan bangku kuliah dan memilih menjadi  seorang penyanyi dangdut, walaupun harus berjuang untuk hidup dia merasa menemukan kebebasan yang selama ini dia inginkan.. Tapi hidup tidak selamanya menyenangkan, ketika mereka memperjuangkan nasib anak cak Man yang hilang, mereka harus berbenturan dengan aparat negara, kehidupan mereka hancur dan  Sasana harus berpisah dengan bang Jek dan teman-teman dalam peristiwa yang sungguh tidak mengenakan. Banyak peristiwa yang harus dilalui oleh Sasana setelah itu, pertemuan kembali dengan keluarga , lantas kejadian di rumah sakit jiwa dan hubungan dengan ibunya yang terasa lebih akrab. Walaupun terpisah baik Sasana maupun bang Jek masih selalu mengenang pertemuan dan pertemanan mereka di masa lalu, dalam hati mereka saling mendoakan...tapi apa yang terjadi ketika mereka bertemu dalam suatu peristiwa yang mencekam...sungguh di luar dugaan Sasana. Bagaimana kemudian hubungan mereka setelah peristiwa mengejutkan tersebut ?adakah usaha-usaha untuk bergabung kembali?




tentang Okky Madasari


Seperti biasa Okky bercerita dengan gaya bertutur yang lugas tapi menarik, POV dari dua orang; Sasana dan bang Jek secara bergantian berjalan mulus dan tidak membingungkan. Judul buku sangat sesuai dengan isi cerita.
Epilognya bisa membuat pembacanya ikut lega, tapi bagi saya terasa agak sedikit dipaksakan untuk menyenangkan pembaca?...entahlah.

Buku ini karya Okky Madasari yang ke 3 yang saya baca, dan saya tetap...menyukainya.






11 Mei 2017

Crazy Rich Asians ( Kaya tujuh turunan



Judul                : Kaya Tujuh Turunan
Judul  Asli        : Crazy Rich Asians
Penulis             : Kevin Kwan
Penerjemah     : Cindy Cristanto
Jumlah hal.     :  480  hal.
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                :  9786020314433
My rating        : 3,5 of 5 stars

Kita pasti paham di dunia ini ada orang kaya dan ada orang miskin, tapi tidak semua orang tau bahwa orang kaya itu ada 'level' nya. Ada orang kaya seperti umumnya yang sering dilihat dan dibayangkan oleh kita, tapi ternyata ada yang kekayaannya tidak terbayangkan oleh orang awam. Ada orang yang sangat kaya, ada yang super kaya, Ada yang kaya karena usaha, keberuntungan atau karena warisan orang tua atau warisan turun temurun.  Ada OKB (orang kaya baru ) dan ada yang  sudah dari 'sono'nya berkelimpahan. Status ekonomi ini pun berkaitan erat dengan status sosialnya.  Orang kaya lama yang telah menikmati kekayaan sekian lama biasa nya mempunya status sosial yang lebih tinggi dan memandang OKB dengan pandangan sinis. Pendidikan tinggi pun tidak masuk hitungan untuk minta dihormati oleh si kaya lama jika kedudukan sosial dan asal muasal  tidak menunjang. Nama Fam ( keturunan ) bisa memperlihatkan seberapa dihargai kedudukan itu.

Jadi buku ini bercerita tentang kehdupan orang-orang keturunan Cina yang super duper kaya yang sebagian besar tinggal di Singapura...horang kayah...
.

Felicity yang akan menginap di sebuah hotel mewah menelpon suaminya ketika  mendapat pelayanan yang kurang memuaskan ( karena penampilan terlihat tidak "sempurna" )dari manajer hotel. Suami yang tesinggung langsung menelpon pemilik hotel, dan kemudian mengambil alih (membeli ) hotel tersebut ketika itu juga.  Bayangkan bagaimana shock nya sang manjer hotel ketika diberitahu hal itu oleh atasannya yang langsung datang saat itu juga.. dan apa yang dikatakan Felicity kepada sang manager :

  Felicity berbalik menghadap Ormsby yang sekarang terlihat seperti akan pingsan . "Oh ya, aku hampir lupa," ucapnya dengan senyum, " sayangnya, saya terpaksa harus meminta Anda untuk meninggalkan tempat ini." (hal. 19 )...gubraak..:(


Membaca buku ini harus siap menghapal nama- nama karena begitu kita membuka
halaman cerita, kita disuguhkan daftar silsilah ( pohon keluarga ) dan nam-nama tersebut  yang nanti akan muncul mewarnai cerita ini.

Fokus cerita adalah Nicholas Young anak dari keluarga Young,  keluarga Cina  kaya raya yang mempunyai kekayaan melimpah di Singapura, Nicholas yang sekolah dan bekerja di Amerika berpacaran dengan Rachel Chu, seorang dosen ekonomi keturunan Cina.
Ada juga Astrid saudara sepupu Nicholas, seorang wanita cantik dan berkelas yang menjadi idola para wanita kaya di Singapur yang menikah dengan Michael Teo, sarjana IT dari kalangan biasa.
Kita pun diperkenalkan dengan para anggota keluarga karakter, kebiasaan dan tidak ketinggalan kekayaan dan status sosialnya... Di sini saya sering membolak-balik halaman untuk melihat posisi mereka dari pohon keluarganya...

Nick mengajak Rachel ke Singapura untuk menghadiri pernikahan sahabatnya dan bertemu dengan keluarga Nick. walau awalnya Rachel ragu akhirnya mereka terbang ke sana.
Rachel tidak pernah membayangkan bagaimana kehidupan Nick di negara asalnya, Dia sangat terkejut melihat kehidupan orang-orang Cina kaya di sana, apalagi kehidupan keluarga Nick yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Penerimaan keluarga dan teman-teman Nick yang sinis  membuat Rachel serba salah, dan kalang kabut. Untung ada Astrid yang selalu memberi semangat walaupun Astrid pun sedang mengalami masalah keluarga yang cukup pelik.

Bagaimana hubungan Nick dan Rachel setelah menemui berbagai masalah yang dijumpai selama di Singapura, aadakah peran sahabat, teman dalam merajut hubungan ini.
Bagaimana pula kelanjutan rumah tangga Astrid setelah diterpa isu perselingkuhan. Ada kejutan di akhir cerita dari keluarga ini.

Akhir yang di luar dugaan dari hubungan dua pasangan ini.

Cerita bergulir dengan berbagai konflik yang disuguhkan; kadang lucu membuat pembaca ketawa atau tersenyum kecut, kadang membosankan karena ada bagian yang terlalu lamban  atau capek membolak balik halaman untuk menghapal nama yang muncul, kadang terpesona dan aneh  melihat kekayaan dan gaya hidup orang-orang kaya yang berkelimpahan harta dengan pakaian dan barang-barang ber merk yang menyelimutinya, juga adat / culture orang Cina dalam melihat keturunan untuk jodoh anaknya.. ya mungkin mirip begitu orang asia pada umumnya termasuk di Indonesia juga  :)

Buat saya cukup menghibur.



Asian Literature






























16 April 2017

drama MANGIR

Judul              : drama MANGIR
Penulis           : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit         : KPG  ( Kepustakaan Populer Gramedia )
ISBN             : 9789799109262
Jumlah hal.     : 141 hal.
My Rating      : 3 of 5 stars


Kebiasaanku membaca kata pengantar sebelum membaca isinya ternyata sangat berguna untuk membaca buku ini. Karena tanpa membaca kata pengantarnya... percaya deh cerita ini bisa membingungkan, cara berceritanya lain dari novel biasanya,yakni menggunakan cara pentas panggung, tidak ada narasi selain dialog, jadi agak susah mencerna cerita utuhnya.

Cerita ini berkisah tentang Mataram setelah kejatuhan kerajaan Majapahit tahun 1527. Banyak bekas wilayah Majapahit bangkit dan memisahkan diri sehingga terjadi kekacauan. Salah satunya Mataram di bawah Panembahan Senapati, putra ki Ageng Pamanahan seorang ahli perang, tokoh pendiri Mataram.
Panembahan Senapati berkeinginan menjadi penguasa tunggal di Mataram, dia menaklukan desa/perdikan disekitarnya, salah satunya yg mengadakan perlawanan adalah Perdikan (daerah otonomi)  Mangir di bawah kepemimpinan Ki Ageng Mangir Wanabaya, pemuda gagah berusia 23 tahun.
Wanabaya di bantu oleh Baru Klinting dan para pemuka desa melakukan perlawanan sengit yang merepotkan Mataram. Panembahan Senapati bersama Tumenggung Mandrakara penasihat perangnya, mengubah taktik dengan memanfaatkan putri Pembayun, putri sulung panembahan Senapati yang cantik menawan, ia menyamar sebagai penari tandak untuk menggoda Wanabaya. Wanabaya terjebak rayuan sang putri dan menikahinya. Akhirnya dengan tipu muslihat Wanabaya terbunuh dengan cara mengenaskan..
Lho kok spoiler  diceritain  Wanabaya meninggal...bisa iya bisa tidak, soalnya sejak dari narasi di kata pemgantarnya sudah dikatakan bahwa  Ki Ageng Mangir Wanabaya ini  gugur berikut bagaimana cara dia menemui ajalnya. jadi pembaca sudah mengetahui dari awal bahwa kematian Wanabaya akan terjadi. Walapun ternyata ada kejutan juga karena cara meninggalnya tidak sama dengan yang diceritakan di awal.
Jadi apa yg menarik? Sila baca sendiri...:)

Semula aku kurang yakin akan bisa lancar membaca buku ini, karena gaya bercerita yang berupa dialog panggung, minim  narasi dan tidak ada pennggambaran suasana dan aura secara detail, semuanya harus kita rasakan dan bayangkan dari kuatnya bahasa dialog. Mungkin disinilah  kekuatan Pram,walaupun tidak memakai bahasa kekinian tapi aku dapat menangkap maksud cerita dan membayangkan suasananya. Aku menyukainya atau mungkin juga  karena sebagai penyuka sejarah jadi bidsa menikmatinya, di sini  aku mendapatkan pencerahan baru dari sejarah yang pernah diajarkan di sekolah.
Ternyata aku bisa menikmatinya.

"Bila berbahagia ingatlah pada maut yang semakin dekat. Bila hadapi mati hendaknya orang menghitung semua kebahagiaan yang sudah terlewati."  ( hal. 51).






25 Maret 2017

The Pelican Brief

Judul             : The Pelican Brief
Judul asli      : The Pelican Brief
Pengarang    : John Grisham
Penerjemah  : Hidayat Saleh
Jumlah hal    : 618 hal.
ISBN           : 979222888X
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
My rating      :  4  of  5  stars


Berawal dari kematian dua orang hakim agung Amerika yaitu, Abraham Rosenberg hakim senior yang sudah tua dan sakit-sakitan tapi karena ini adalah jabatan seumur hidup maka dia tidak dapat diberhentikan; dan hakim Jensen hakim termuda diantara 9 hakim agung, kemudian diketahui dia adalah seorang gay, mereka berdua dibunuh secara keji. Pembunuhannya sangat rapi tidak ada jejak dan tanda yang ditinggalkan si pembunuh, ini menandakan pembunuhnya seorang profesional.  Apakah seorang pembunuh bayaran?
Presiden beserta  Flether Coal kepala stafnya yang sangat pintar dan berkuasa, memerintahkan FBI dan CIA untuk menyelidiknya.

09 Februari 2017

Selasa Bersama Morrie

Judul buku    : Selasa Bersama Morrie
Judul asli        : Tuesday With Morrie
Penulis           : Mitch Albom
Penerjemah   : Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah hal     : 209  hal.
ISBN            : 9786020334758
Rating            : 4 of 5 stars



Sudah lama saya berminat untuk  membaca buku ini, menurut pengamatan saya buku ini termasuk kategori buku 'abadi' banyak diulas dan diminati pembaca. Tanpa disangka awal tahun saya dapat hadiah buku ini senang sekali... pasti.

 " Hidup ini merupakan rangkaian peristiwa menarik dan mengulur. Suatu saat kita ingin mengerjakan satu hal, padahal kita,perlu mengerjakan seduatu yang lain...." (42).

Apakah kamu punya seorang guru yang sangat mengesankan, guru yang tidak hanya mengajar tapi membangkitkan semangat dan menginspirasi?  Mitch Albom punya.   Ya ia mempunyai  Morrie Schwartz, seorang maha guru yang pernah menjadi dosennya. Morrie bukan hanya menjadi guru biasa ketika mengajar tapi juga menjadi teman dan pembimbing yang menginspirasi,.. dan ternyata bukan hanya ketika dia menjadi mahasiswa tapi juga bertahun kemudian ketika mereka bersua kembali.  Morrie memberinya pelajaran tentang kehidupan.

Mitch mengenal Morrie sejak hari pertama kuliah, pada musim semi 1976.  Morrie memanggilnya dengan panggilan akrab -Mitch-, sedangkan  Mitch memanggil Morrie dengan sebutan -Coach-. Hubungan mereka sangat dekat. Kesukaan Morrie terhadap buku menular pada Mitch, mereka sering membicarakan buku- buku kesukaan Morrie atau pergi makan bersama di kafetaria. Ketika Mitch lulus kuliah pada penghujung musim semi 1979 dari Brandeis Unibersity di.Walthamm,  Massachusset,.mereka berpelukan dan Mitch berjanji untuk tetap saling berhubungan.
Tapi karena kesibukan, Mitch seakan lupa pada janjinya, sampa 16 tahun kemudian ia mendengar kabar tentang Morrie, kabar yang kurang menggembirakan, Morrie divonis menderita penyakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis)-sebuah penyakit ganas, yang menyerang sistem saraf, penyakit ini akan memggerogoti badan dan sistem sarafnya. Morrie tidak berkecil hati walau ajal akan segera menjemputnya., dia ingin  proses kematiannya menjadi proyeknya yang terakhir, dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai objek penelitian.

Belajarlah dari lambat dan perlahannya proses kematianku. Perhatikan apa pun yang terjadi padaku. Belajarlah bersamaku.  (11 )

Mitch menemui Morrie, kedatangan Mitch seakan memberi semangat baru bagi Morrrie yg saat itu telah lemah dan duduk di kursi roda, kemudian mereka berjanji untuk bertemu setiap hari selasa..
Sejak saat itu setiap hari Selasa Mitch menempuh perjalanan jauh untuk menemui Morrie, dia menjadi saksi perkembangan penyakit Morrie dengan semakin melemahnya Morrie, .ikut menemani Morrie untuk shooting  acara TV yang membahas tentang keadaan Morrie. Setiap pertemuan dirasa sangat berharga bagi Mitch banyak ucapan dan perilaku Morrie yang menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. Bagi Morrie keadaan sekarat bukan berarti tidak berguna. Morrie mengajarinya tentang :
- Dunia,
- Mengasihi diri sendiri,
-  Penyesalan diri,
- Kematian,
- Keluarga,
- Emosi,
- Ketakutan menjadi tua,

"Jika kalian terus berusaha melawan proses penuaan, kalian akan selalu merasa tidak bahagia, karena bagaimnapun itu akan terjadi." ( hal. 126 )

- Uang,
- Cinta yang tak padam,
- Perkawinan,
- Budaya,
- Maaf,
"Maafkan dirimu sendiri sebelum kau mati. Baru kemudian memaafkan orang lain."  ( hal. 175 )

- Hari yang paling baik..
- Terakhir saling mengucapkan perpisahan.


Bagi Mitch, Morrie adalah guru yang selalu ada dalam hatinya, kuliah-kuliahnya yang terakhir yakni setiap hari Selasa, di rumah Morrie , di dekat jendela sambil memandangi bunga-bunga adalah kuliah yangsangat berkesan, tanpa buku tanpa tugas yang harus dinilai tapi mengajarkannya makna hidup  yang diajarkan melalui pengalaman.

"Artinya, Kuliah ini tak akan pernah berakhir." ( hal. 207 )

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cerita  penuh dengan pelajaran tentang kehidupan. Mitch bercerita dengan gaya maju mundur dari masa-masa kuliah resmi berikut suasana pertemanan dengan Morrie, diselang seling dengan masa "kuliah" setiap hari Selasa bersama Morrie berikut perkembangan kesehatan dan hubungan pribadi yang semakin mendekatkan perasaannya pada Morrie. Mengalir dengan lancar tanpa kita harus membuka-buka halaman sebelumnya untuk mengingatkan sesuatu.

 "Setiap orang tahu mereka akan mati, tapi tak seorang pun percaya bahwa itu bisa terjadi pada mereka dalam waktu dekat."  ( hal. 85 )



Name in a book